[REVIEW] Ramayana Soul – Sabda Tan Mantra
September 17, 2015
Perjalanan menuju timur lewat pantai California.

oleh W.Nugroho
foto: MTV Indonesia

Ramayana Soul – Sabda Tan Mantra
[Majemuk Records]
4/5

Ramayana Soul menghadirkan kemasan musik rock akhir 60-an yang dipadu dengan unsur ‘india’ (dengan pemakaian sitar dan tabla yang kuat di hampir beberapa lagu). Meski demikian, beberapa komposisi non-sitar menambah kuat karakter band ini, lebih dari sekadar band psychedelic rock.

Memang ada unsur lain jadi nilai pembeda bagi band ini dan selalu menjadi daya tarik untuk melihat penampilan live mereka. Kalau boleh diterka salah satunya mungkin teriakan-teriakan yang meletup-letup dari Erlangga Ishanders -yang berubah menjadi Johnny Rotten ketika mereka tampil live – (simak “Alumunium Foil” dan “Dimensi Dejavu”) berpadu dengan suara lembut gemulai Ivon Destian menambah kekayaan dari tiap bangunan lagu di album ini. Perpaduan yang menarik, yang tentu lebih menarik bila disimak dengan mata terpejam.

Beberapa track yang patut di highlight adalah “Terang” yang memadukan unsur India (tentu ‘sitar’), Jawa (ada bunyi gamelan di sana) dan sedikit ‘humor cuilan’ Kula Shaker di gitar. “Rhaksasa” menghadirkan kembali tari liar di klab psikedelia Haight Asbury dan pantai California di akhir 60-an. Juga jangan lupakan “Mawar Batu”, komposisi 12 menit lebih yang ibarat meludahi sesi latihan Yoga di Jakarta yang fancy.

Untuk sebuah debut album, band dengan format psikedelia dengan esensi sitar ini memang belum ada lawannya. dalam peta musik Indonesia, Ramayana Soul memang patut diperhitungkan. Album ini adalah penyajian yang baik!