SORE

SORE adalah band asal Jakarta yang dibentuk pada akhir 2001. Band yang kini digawangi oleh Ade Firza Paloh – Vocals, Guitar, Trumpet, Awan Garnida Kartadinata – Vocals, Bass, Reza Dwiputranto – Vocals, Electric Guitars dan Bemby Gusti – Vocals, Drums. didengar akibat kontribusinya di karena kompilasi yang dibuat Aksara Records yang bertajuk JKRT:SKRG (baca: Jakarta, Sekarang), sebuah kompilasi yang berisi band yang merepresentasikan scene musik independen pada tahun 2004. Mereka sudah membuat 2 studio album, Centralismo (2005), Ports of Lima (2008). Selama karirnya, band ini telah mendapat pujian dari banyak kritikus dan media, diantaranya mendapat empat bintang (****) dari Jakarta Post, disebut sebagai “One of Asia’s WorthBuying Album” oleh majalah TIME ASIA dan masuk ranking 40 dalam 150 Greatest Indonesian Album of All Time versi Majalah Rolling Stone Indonesia.

Sejarah
SORE awalnya dibentuk oleh tiga teman masa kecil, Ade Paloh, Mondo Gascaro dan Awan Garnida). Di tahun 2001, Awan membawa serta dua teman barunya, Bembi Gusti dan Reza Dwiputranto untuk membentuk band bernama SORE. Sekadar cantatan, Bembi Gusti sendiri adalah drummer dari band bernama LAIN bersama Zeke Khaseli. Dari tahun 2001 mereka mulai bermain di arena-arena musik independen di sekitaran ibukota sambil merekam-rekam materi musik mereka.

Nama mereka semakin dikenal ketika mereka tergabung dalam kompilasi bertajuk JKRT:SKRG (baca: Jakarta, Sekarang) yang dirilis oleh label independen, Aksara Records. Kompilasi ini meledak dan menaikkan band-band yang ada di dalamnya, salah satunya adalah SORE. Setelah JKRT:SKRG, mereka juga terlibat dalam soundtrack bertajuk Janji Joni yang juga dirilis oleh Aksara Records.

Debut album – Centralismo
Debut album SORE bertajuk Centralismo dirilis Juli 2005 oleh Aksara Records. Album ini menjadi bagian dari tribut mereka kepada Jakarta Pusat, daerah dimana mereka tumbuh. Album ini lah yang kemudian memberikan ciri musik SORE yang sangat organik, pemakaian instrumen vintage dan memainkan referensi musik pop era 50 – 70-an tanpa menjadi retro.

It was this album yang mendapat pujian dari banyak kritikus dan media, diantaranya mendapat empat bintang (****) dari Jakarta Post, disebut sebagai “One of Asia’s WorthBuying Album” oleh majalah TIME ASIA dan masuk ranking 40 dalam 150 Greatest Indonesian Album of All Time versi Majalah Rolling Stone Indonesia.

Soundtrack era
Sambil menunggu persiapan album kedua, mereka terlibat dalam empat proyek soundtrack: Berbagi SuamiKalaQuickie Express dan Perempuan Punya Cerita. Film berbagi suami berhasil mengangkat “Pergi Tanpa Pesan”, sebuah single aransemen ulang dari single pop klasik tak dikenal dari era 50an. Di tiga film ini, Bembi Gusti dan Mondo Gascaro juga bekerja sebagai music director.

Album Kedua – Ports of Lima
Ports of Lima dirilis tahun 2008 oleh Aksara Records. Dibandingkan dengan albums sebelumnya, Ports of Lima punya banyak perbedaan jauh, terutama dalam pemakaian gitar yang berlebih dan distorsi, membentuk musik yang bernuansa atmosferik. Senada dengan centralismo, album ini juga mendapat pujian di sana sini dari banyak media serta kritikus musik. Lagu hit di dalam album ini, “Setengah Lima” menyabet penghargaan produksi musik alternatif terbaik dari AMI Awards pada April 2009.

Kepergian Ade, Mondo Garscaro, Hiatus Band
Di tahun 2010, publik dikejutkan dengan pernyataan pengunduran diri Ade yang memegang posisi vokal dan gitar. Tahun 2012, giliran Ramondo Gascaro (Mondo) mengikuti jejak Ade keluar dari SORE. Ini belum ditambah dengan beberapa kesibukan di band, SORE pun mengalami hiatusnya.

Kembalinya Ade – Album Sorealist
Selang satu tahun sejak vakum, Ade kembali ke Sore. Ia pun sebelumnya mendirikan project lainnya bernama Marsh Kids dengan sekumpulan musisi independen Jakarta. Namun bersama Sore, ia dan rekan-rekan yang kembali ke studio kembali menggarap beberapa materi yang baru seperti “Musim Ujan”, “Sssst…”, “Bantal Keras”, “Ada Musik Di Dalam”, “Nancy Bird”, yang kemudian dikombinasikan dengan materi lamanya yang ikut semua dibungkus dalam album yang bertajuk Sorealist, diproduksi November 2013 di bawah label Rooftop Sound bekerjasama dengan SRM Management.

Album Ketiga
Kini Sore masih menyiapkan materi untuk album ketiga yang sedianya bertajuk Le Skut Le Boys dimana mereka yang masih belum tahu kapan akan dirilis.
Diskografi

Studio Album
2005 – Centralismo
2008 – Ports of Lima

EP
2010 – Sombrero Kiddos
2014 – Los Skut Leboys

Kompilasi
2013 – Sorealist
2004 – JKRT: SKRG

OST
2005 – Janji Joni
2006 – Berbagi Suami
2007 – Quickie Express
2008 – Kala
2013 – Perempuan Punya Cerita

Personil
Ade Firza Paloh – Vocals, Guitar, Trumpet
Awan Garnida Kartadinata – Vocals, Bass
Reza Dwiputranto – Vocals, Electric Guitars
Bemby Gusti – Vocals, Drums

former member
Mondo Gascaro – keyboards, piano